makna palinggih ring paumahan

Standar

MAKNA PALINGGIH DI PAUMAHAN


10 Pokok Palinggih di Paumahan
1.    P. Sang Hyang Wisesa
2.    P. Siwa Reka
3.    P. Dora Sangkala
4.    P. Maha Kala
5.    P. Piyasan
6.    P. Penglurah
7.    P. Kemulan
8.    P. Tri Upa Sedana
9.    P. Taksu
10.    P. Durga Manik

5 Pangijeng Karang (LINGKARAN PADA GAMBAR)
A.    Durga Raksa
B.    Guru Raksa
C.    Rudra Raksa
D.    Kala Raksa
E.    Sri Raksa

P. Song Sombah
X. Angkulangkung    Tri Mandala
I.    Parahyangan (utama mandala)
II.    Pawongan (Madya Mandala)
III.    Palemahan (Nista Mandala)

MAKNA

  1.  Angkulangkul   : Merupakan pintu masuk pekarangan. Pada lebuh angkulangkul ini biasanya diaturkan dua segehan yang di tujukan kepada Sang Dhurga Bucari dan Sang Kala Nguyuh.
  2. Durgha Raksa   : Bagian dari Panca Kerta yang bertempat di natah atau tengah pekarangang yang berstana yaitu Sang Durga Raksa.
  3. Guru Raksa  :  Merupaka bagian dari Panca Kerta yang bertempat di Tenggara / kelod kangin, yang berstana yaitu Sang Guru Raksa.
  4. Kala Raksa  :  Bagian dari Panca Kerta yang bertermpat di Barat Laut/kaja kauh. Yang berstana yaitu Sang Kala Raksa.
  5.  Panca Kerta   : Disebut juaga penunggun karang terdapat di setiap sudut rumah dan satu lagi di tengah dan biasanya hanya berupa batu saja.
  6. P. Dora Kala   : Sebuah pelinggih yang terdapat di sebelah kiri pintu keluar dari arah Utama Mandala (pemrajan), terdapat pelinggih yang berbentuk tugu , atau boleh berupa patung kala, yang berstana di pelinggih/patung tersebut adalah Sang Dora Kala yang bertugas menjaga kesucian pura.
  7. P. Durga Manik  :  Pelinggih ini terdapat di madya mandala yaitu di barat daya (neriti) pakarangan, berbentuk tugu yang merupakan linggih Ida Bhatari Durga Manik.
  8. P. Kemulan  :  Pelinggih ini juga sering disebut dengan pelinggih Rong Tiga/kemimitan. Pelinggih ini sebagai pelinggihan Ida Sang Hyang Widhi beserta manifestasinya selain itu juga sebagai pelinggihan Dewa Hyang (leluhur yang telah Disucikan).
  9.  P. Maha Kala :   Sebuah pelinggih yang terdapat di sebelah kanan pintu keluar dari arah Utama Mandala (pemrajan), terdapat pelinggih yang berbentuk tugu , atau boleh berupa patung kala, yang berstana di pelinggih/patung tersebut adalah Sang Dora Kala yang bertugas menjaga kesucian pura.
  10.  P. Panglurah  :  Pelinggih ini terletak dilingkungan utama mandala terletak di sebelah kiri pelinggih kemulan. Yang berstana di pelinggih tersebut adalah :Ida Ratu Anglurah Sakti Tangkeb Langit, Ida Ratu Anglurah Sakti Wayahan Tebeng, Ida Ratu Anglurah Sakti Made Jelawung, Ida Ratu Anglurah Nyoman Sakti Pengadangan, Ida Ratu Anglurah Sakti Ketut Petung
  11.  P. Piyasan    Piyasan memiliki makna pang yas artinya supaya bersih, damai,suci. Yang berstana di pelinggih tersebut yaitu Sang Hyang Wenang, beliau yang mempunyai kewenangan di lingkungan pemerajan tersebut.
  12. P. Taksu    Pelinggih ini terletak disebelah kanan pelinggih Pariyangan menghadap ke barat, yang merupakan linggih dari Sang Hyang Bhuta Raja beliau adalah Dewanya Taksu (guna).
  13. P. Tri Upa Sedana :   Pelinggih ini Juga disebut pelinggih parahyangan/pariyangan, terletak di sebelah kanan pelinggih kemulan biasanya menghadap kebarat atau ke selatan. Yang berstana yaitu tiga dewi : Bhatari Sri, Bhatari Rambut Sedana, Bhatari Saraswati.
  14.  P. Sang Hyang Siwa Reka :   Sebuah pelinggih yang terdapat di halaman/natah rumah sering di sebut juga pusering jagat Buana Alit, atau dapt di sebut pula pelinggih Surya untuk memuja Sang Hyang Siwa Reka.
  15. P. Sang Hyang Wisesa  :  Pelinggih yang berbentuk Tugu terdapat di linkungan Nista Mandala disamping pintu masuk pekarangan. Yang berstana pada pelinggih tersebut adalah Sang Hyang Wisesa.
  16. Rudra Raksa  :  Bagian dari Panca Kerta yang bertempat di Barat Daya/kelod kauh yang berstana yaitu Sang Rudra Raksa
  17. Sri Raksa  :  Bagian dari Panca Kerta yang bertempat di Timur Laut/kajakangin. Yang berstana yaitu Sang Sri Raksa.
  18.  Song Sombah  :  Sebua lubang yang berada pada bagian bawah tembok samping angkulangkul, berfungsi sebagai panguus sarwa mala. Penjaga Song Sombah ini yaitu Sang Bhuta Anungkarat
  19. Tembok Penyengker  :  Pagar pembatas rumah, berfungsi sebagai pembatas antara pekarangan dengan lungkungan luar rumah atau tetangga sekitar. Yang berstana pada tembok panyengker yaitu Sang Bhuta Ngintip.

Niki tiang ambil saking tugas kuliah tiang. sane kaambil saking sinalih tunggil buku indik palinggih. Sinampura tiang engsap judul bukunyane dumun tiang nyelang buku nika. yening sampun polih buku nika tiang bakal cantum anggen daftar pustaka. suksma mogi2 mawiguna.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s