Wirama Kusumawicitra dalam bab-V-I

Standar

Kajian kakawin :
Kakawin Nitisastra merupakan salah satu hasil karya sastra yang berbahasa Jawa Kuna. Nitisastra berasal dari dua kata yaitu Niti dan Sastra. Kata Niti berarti kepemimpinan dan sastra berarti ilmu. Jadi dapat diartikan bahwa Nitisastra ialah ilmu yang mempelajari tentang ajaran-ajaran kepemimpinan. Dalam kakawin Nitisastra ini banyak terkandung nilai-nilai pendidikan dan moral kepada manusia agar menjadi seseorang yang memiliki moral yang baik serta menjadi lebih berwibawa dan bijaksana dalam memimpin diri sendiri, keluarga, masyarakat, serta bangsa dan Negara.
Setiap karya sastra kakawin pasti memiliki atau didalamnya terdapat wirama-wirama. Begitu pula dengan kakawin Nitisastra. Dalam Kakawin Nitisastra, terdiri dari 15 bab dan setiap bab terdapat beberapa  bait wirama. Salah satu wirama yang terdapat dalam bab V yaitu wirama “Kusumawicitra”. Wirama ini berjumlah empat baris setiap baitnya dan terdapat sebelas suku kata pada setiap barisnya. Apabila ditembangkan, dinyanyikan atau dilantunkan menggunakan reng wirama Saronca.
Wirama Kusumawicitra dalam bab-V kakawin Nitisastra ini terdapapat 6 bait wirama. Salah satu bait yaitu bait ke-3 seperti yang tertera di atas. Setisp baris dalam bait ke-3 tersebut memiliki makna atau nilai-nilai moral di dalamnya. Bait ke-3 wirama Kusumawisitra yang berbunyi :

“Wasita nimittanta manemu laksmi, wasita nimittanta pati kapangguh, wasita nimittanta manemu duhka, wasita nimittanta manemu mitra”
Artinya :
Oleh perkataan engkau akan mendapat bahagia,
Oleh perkataan engkau akan menemui ajal  atau kematian,
Oleh perkataan engkau akan mendapatkan kesusahan,
Oleh perkataan engkau akan mendapat teman atau sahabat.

Pada bait pertama “wasita nimittanta manemu laksmi” yang artinya oleh perkataan seseorang akan menemukan kebahagiaan. Maksudnya, kata-kata atau ucapan yang keluar dari mulut seseorang yang dapat menyenangkan orang lain dan yang mampu membuat orang lain bahagia itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri dalam hidup kita. Yang memiliki tutur kata yang baik, sopan santun, itu yang baik didengar oleh orang lain yang demikian yang harus kita katakana agar orang lain juga senang mendengarkannya. Apabila kita telah mampu membuat orang lain bahagia otomatis kita juga dapat merasakan kebahagian itu.
Baris kedua “wasitta nimittanta pati kapangguh”, yang artinya oleh perkataan seseorang akan mendapatkan kematian. Memang benar kata-kata yang keluar dari mulut kita sendiri selain menyebabkan orang lain bahagia juga dapat membahayakan bagi diri kita sendiri. Mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa perkataan dan perbuatan kita telah menyakiti hati seseorang kita tidak tau berapa banyak orang yang kita sakiti  tanpa kita sadari dari kata-kata yang kita keluarkan. Sehinga muncul pemikiran seseorang yang tidak baik terhadap kita. Perkataan dapat menyebabkan kita sulit bahagia perkataan yang tidak baik apabila perkataan kita itu menyinggung perasaan serta yang dapat menyakiti hati orang itu. Kita masih beruntung apabila orang yang kita sakiti memiliki kesabaran yang besar dalam dirinya.celakanya, bila orang yang kita sakiti kesabarannya tidak mampu dikendalikan karena ia merasa sangat disakiti oleh kita, maka ia tidak segan-segan untuk melakukan tindakan kekerasan atau tindakan kriminal yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain yang dilakukan secara sadar atau bawah sadar akibat dari amarahnya. Tak jarang nyawa pun melayang akibat dari perkataan kita yang membuat orang lain tersakiti. Karena memanga sulit jika menghadapi seseorang yang merasa tersakiti. Jika kita merasa tidak nyaman atau tidak suka katakan dengan cara yang baik tetapi tegas.
Baris ketiga “wasita nimittanta manemu duhka”, yang artinya oleh perkataan seseorang akan mendapatkan kesusahan. Sama halnya dengan baris kedua tadi melalui kata-kata yang kita keluarkan dari mulut kita selain dapat menyebabkan kematian dapat pula menimbulkan kesusahan bagi diri kita. Kata-kata yang sering tidak terkontrol seperti cacian, kata-kata kasar, kotor yang dapat menyebabkan orang lain tidak senang mendengarnya. Apabila banyak orang tidak suka dengan kita karena kita sering tidak mampu mengotrol perkataan kita tersebut, maka mereka dapat menjauhi kita. Manusia itu adalah makhluk sosial yang artinya ia tidak dapat hidup sendiri atau lebih spesipiknya kita itu membutuhkan orang lain untuk hidup. Jadi apabila orang lain menjauhi kita akibat dari perkataan kita yang tidak baik, itu merupakan suatu kesengsaraan sehingga menyebabkan kesusahan dalam hidup kita karena kita membutuhkan mereka untuk bersosialisasi, untuk hidup di dunuia ini. Kesengsaraan yang lain yang kita dapatkan dari perkataan kita yang kurang terkontrol seperti kita tidak sengaja mengelurkan atau menyampaikan rahasia yang ada dalam diri kita yang memang benar-benar menjadi rahasia penting, itu juga dapat mengakibatkan kehidupan kita menjadi tidak tenang. Ketidak tenangan itulah yang mampu menyebabkan timbulnya suatu kesusahan yang menimbulkan kegelisahan bagi diri kita karena kita selalu tebayang-bayang karena kesalahan kita tersebut.
Pada baris keempat yaitu baris terakhir yang berbunyi “wasita nimittanta manemu mitra” artinya oleh perkataan seseorang akan mendapatkan teman atau sahabat. Lain halnya tadi pada baris kedua dan ketiga perkataan tersebut dapat menyebabkan kesengsaraan bahkan kematian, perkataan juga dapat menyebabkan kita menemukan teman atau sahabat. Tutur kata yang baik, mudah menarik perhatian seseorang serta yang menyenangkan sehingga membuat orang lain senang apabila dekat-dekat dengan kita. Awal kita bertemu dengan orang lain yang mungkin belum kita kenal karena mendengar perkataan kita yang baik, sopan santun atau mampu menghibur mereka yang membuat mereka senang dengan kita dari sanalah hubungan kekerabatan itu bisa dapat terjalin. Awalnya dari teman biasa menjadi sahabat atau bahkan dapat diangap saudara. Lain halnya dengan orang yang memiliki tutur kata yang kurang baik, untuk mendekatinya pun biasanya kita enggan. Maka dari itu umtuk mendapatkan banyak teman kita perlu mengontrol perkataan kita, bersikap ramah terhadap semua orang sehingga orang lain selalu senang apabila berada didekat kita.

Dalam ajaran agama Hindu, yang terdapat dalam Tri Kaya Parisudha yaitu tiga prilaku yang disucikan. Yakni: a. Manacika Parisudha yaitu birfikir yang baik dan suci; b. Wacika Parisudha yaitu berkata yang baik sopan dan benar ; c. Kayika Parisudha yaitu berbuat yang baik dan benar.
Wacika (ucapan/perkataan yang baik, jujur dan benar) antara lain, hindarilah: Perkataanjahat,menyakitkan,kotor (ujar ahala) ;Perkataan keras, menghardik, kasa (ujaraprgas); Perkataan memfitnah (ujarpisuna). Perkataan bohong (ujar mithya)

Dalam contoh-contoh nyata ke semua aspek tersebut di atas secara sederhanasaja. Dalam bidang ekonomi betapa pentingnya negosiasi-negosiasi dalam ucapan atau pembahasan dialog-dialog yang memecahkan permasalahan ekonomi. Bahkan dalam hal yang sangat sederhana, walaupun kita, membawa uang atau punya uang tanpa kita ngomong/berucap “saya mau beli sesuatu? Apakah kita diberikan sesuatu itu oleh penjualnya?.  Dalam bidang sosial kemasyarakatan tentunya lebih penting lagi peranan mulut/ucapan itu. Orang bersengketa/berselisih bisa didamaikan dengan berdialog yang tentunya dilandasi dengan hati dingin dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan(paras-paros,asah-asih-asuh,selunglungsabayantaka).Dalam budaya peranan ucapan sangat penting lebih-lebih menyangkut seni dan sastra dan bahasa. Dengan kekuatan seni sastra dan budaya akan mampu membuat seseorang terinspirasi, termotivasi serta tunduk dengan perintah seseorang.

Orang akan selalu melihat dan menilai seseorang dan sikap dan perilakunya yang tentunya diwarnai serta dilandasi oleh pola pikir dan ucapannya (“gajah mati  meninggalkan gadingnya, harimau mati meninggalkan belangnya“).
Oleh karena itu marilah kita bersama-sama berusaha dengan sepenuh hati untuk mengontrol pikiran (manah), sehingga akan mengalir menjadi ucapan yang baik dan benar, serta merta diwujud nyatakan dalam perbuatan atau laksana yang tentunya akan bermanfaat baik bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s